A. Pengantar
Interface pada MikroTik merupakan penghubung fisik atau logis antara router dan jaringan.
Interface dapat berupa:
-
Ethernet (kabel LAN)
-
Wireless
-
Bridge (virtual interface)
-
VLAN, PPPoE, VPN, dan lainnya
Dalam pembahasan kali ini, fokus kita adalah konfigurasi interface Ethernet, karena ini adalah dasar dari semua koneksi jaringan kabel di MikroTik.
B. Pengertian Interface Ethernet
Interface Ethernet adalah port fisik pada router MikroTik yang digunakan untuk:
-
Menghubungkan router ke jaringan WAN (Internet dari ISP)
-
Menghubungkan router ke jaringan LAN (komputer klien, switch, atau access point)
Contoh pada router MikroTik RB750:
-
ether1 → biasanya digunakan untuk koneksi ke ISP (WAN)
-
ether2 – ether5 → digunakan untuk jaringan internal (LAN)
C. Fungsi Interface Ethernet di MikroTik
| Interface | Fungsi Umum | Keterangan |
|---|---|---|
| ether1 | WAN | Terhubung ke modem/ISP |
| ether2 | LAN 1 | Jaringan kantor/lab |
| ether3 | LAN 2 | Jaringan aula |
| ether4 | LAN 3 | Jaringan kelas |
| ether5 | LAN 4 | Kepala sekolah/admin |
Dalam praktik, pembagian ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.
D. Menampilkan Daftar Interface
Untuk melihat semua interface yang tersedia:
1️⃣ Melalui Winbox
-
Buka menu Interfaces
-
Akan muncul daftar semua interface (ether1, ether2, dst.)
-
Di sini kita bisa mengganti nama, menonaktifkan, atau mengaktifkan interface.
2️⃣ Melalui CLI
/interface print Hasilnya akan menampilkan daftar interface beserta statusnya (running atau tidak).
E. Mengganti Nama Interface
Mengganti nama interface membantu administrator mengenali fungsi tiap port.
Melalui Winbox:
-
Buka Interfaces → Klik interface (misal ether1)
-
Ubah nama di kolom Name, contoh:
-
ether1 →
WAN-ISP -
ether2 →
LAN-Lab
-
-
Klik OK
Melalui CLI:
/interface set [find name=ether1] name=WAN-ISP /interface set [find name=ether2] name=LAN-Lab Cek hasil:
/interface print F. Mengaktifkan & Menonaktifkan Interface
Kadang kita perlu menonaktifkan port tertentu (misalnya saat maintenance).
Winbox:
-
Klik kanan interface → pilih Disable untuk menonaktifkan.
-
Klik kanan lagi → Enable untuk mengaktifkan.
CLI:
/interface disable ether3 /interface enable ether3 G. Menambahkan Deskripsi Interface (Optional)
Deskripsi membantu dokumentasi konfigurasi.
/interface set ether2 comment="Jaringan Lab Komputer" H. Mengecek Status Interface
Untuk memantau apakah kabel dan koneksi aktif:
/interface ethernet print detail Informasi yang ditampilkan antara lain:
-
status:
link-okatauno-link -
mac-address
-
rx/tx rate (kecepatan kirim/terima data)
-
comment (jika ada)
I. Penugasan Interface Berdasarkan Fungsi
Sebelum melanjutkan konfigurasi IP, NAT, dan DHCP, tentukan fungsi setiap port agar tidak tertukar.
Contoh pembagian di laboratorium:
| Interface | Nama Baru | Fungsi | IP yang Akan Ditetapkan |
|---|---|---|---|
| ether1 | WAN-ISP | Internet | DHCP Client (otomatis dari ISP) |
| ether2 | LAB | LAN | 192.168.10.1/27 |
| ether3 | AULA | LAN | 192.168.11.1/27 |
| ether4 | KELAS | LAN | 192.168.12.1/27 |
| ether5 | KEPSEK | LAN | 192.168.13.1/27 |
Setelah semua interface dikonfigurasi dan diberi nama, barulah dilakukan pengaturan IP Address dan DHCP Server.
J. Cek Aktivitas Interface
Untuk memantau lalu lintas data (real-time):
Winbox:
-
Buka menu Interfaces
-
Perhatikan kolom Tx/Rx Rate (kecepatan kirim & terima data)
CLI:
/interface monitor-traffic ether2 Untuk berhenti monitoring: tekan Ctrl + C
K. Kesimpulan
-
Interface adalah komponen utama dalam komunikasi jaringan MikroTik.
-
Interface ether1 – ether5 umumnya digunakan untuk koneksi kabel.
-
Gunakan penamaan yang jelas agar mudah dikelola.
-
Interface dapat diatur melalui Winbox maupun CLI.
-
Setelah interface dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah pemberian IP Address dan pengaturan DHCP Server.