A. Pengantar
Dalam jaringan komputer, DNS (Domain Name System) berfungsi untuk menerjemahkan nama domain (seperti www.google.com) menjadi alamat IP (contoh: 142.250.190.14) agar dapat dikenali oleh perangkat jaringan.
Sedangkan NAT (Network Address Translation) berperan untuk menerjemahkan alamat IP lokal (privat) ke alamat IP publik, sehingga perangkat dalam jaringan lokal bisa mengakses internet.
Di Mikrotik, DNS client digunakan agar router maupun perangkat yang terhubung ke jaringan dapat melakukan resolusi nama domain dengan benar.
B. Konsep Dasar DNS Client pada Mikrotik
DNS client pada Mikrotik memungkinkan router untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.
Hal ini penting agar router bisa melakukan update, ping ke domain, atau mengizinkan klien di bawahnya mengakses internet dengan lancar.
Fungsi utama DNS Client Mikrotik:
-
Menyimpan alamat DNS server yang digunakan (misalnya DNS Google atau DNS ISP).
-
Menyediakan layanan DNS forwarding bagi klien jaringan lokal.
-
Meneruskan permintaan DNS dari klien ke DNS server.
C. Langkah-Langkah Konfigurasi DNS Client di Mikrotik
1. Mengatur DNS Server
Langkah ini menentukan server DNS mana yang akan digunakan oleh router.
Via Winbox:
-
Buka menu IP → DNS.
-
Isi kolom Servers dengan DNS publik, misalnya:
8.8.8.8 1.1.1.1 -
Centang Allow Remote Requests agar klien di jaringan lokal bisa menggunakan router sebagai DNS.
-
Klik Apply → OK.
Via Terminal:
/ip dns set servers=8.8.8.8,1.1.1.1 allow-remote-requests=yes 2. Mengaktifkan NAT agar Akses Internet Berjalan
DNS akan bekerja optimal bila klien sudah bisa mengakses internet melalui NAT.
Via Terminal:
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade Keterangan:
ether1adalah interface yang terhubung ke internet.
masqueradeberfungsi untuk menyamarkan IP lokal menjadi IP publik dari router.
3. Menentukan Gateway dan DNS di DHCP Server
Agar klien otomatis mendapatkan DNS router, pastikan pengaturan DHCP Server sudah sesuai.
Via Terminal:
/ip dhcp-server network print /ip dhcp-server network set 0 dns-server=192.168.1.1 gateway=192.168.1.1 Gantilah
192.168.1.1sesuai IP router kamu.
4. Melakukan Pengujian DNS
a. Ping ke domain
ping google.com Jika muncul reply, berarti DNS client berfungsi dengan baik.
b. Cek status DNS
/ip dns print Pastikan DNS server aktif dan status tidak error.
c. Uji resolusi DNS
/tool dns-update atau gunakan:
/tool fetch url=https://www.google.com Jika berhasil terhubung, berarti DNS dan NAT sudah berjalan.
D. Hubungan DNS dengan NAT di Mikrotik
| Komponen | Fungsi | Keterkaitan |
|---|---|---|
| DNS | Menerjemahkan nama domain ke IP | Agar router tahu IP tujuan koneksi |
| NAT | Menerjemahkan IP lokal ke publik | Agar router/klien bisa mengakses internet |
| DHCP | Memberi IP dan DNS otomatis ke klien | Agar setiap klien mendapatkan pengaturan jaringan secara otomatis |
Keduanya saling mendukung:
-
DNS → memungkinkan resolusi nama.
-
NAT → memungkinkan koneksi ke luar jaringan lokal.
Tanpa NAT, DNS akan gagal melakukan query ke server publik karena tidak bisa keluar ke internet.
E. Kesimpulan
-
DNS client pada Mikrotik digunakan untuk mengatur bagaimana router dan klien melakukan resolusi domain.
-
allow-remote-requests=yesmemungkinkan router menjadi DNS relay bagi jaringan lokal. -
NAT wajib dikonfigurasi agar paket dari jaringan lokal dapat keluar ke internet.
-
Pengujian dapat dilakukan dengan
ping,nslookup, ataufetch.