A. Pengantar
Dalam jaringan komputer, terkadang kita perlu menggabungkan beberapa port Ethernet agar bertindak seperti satu jaringan yang sama.
Di MikroTik, hal ini dapat dilakukan dengan fitur Bridge Interface.
Bridge berfungsi seperti switch virtual yang memungkinkan beberapa port fisik (misalnya ether2, ether3, ether4) berada dalam satu segmen jaringan dan mendapatkan subnet yang sama.
B. Pengertian Bridge Interface
Bridge Interface adalah antarmuka virtual yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa interface fisik menjadi satu jaringan Layer 2 (Data Link Layer).
Artinya, semua perangkat yang terhubung ke interface dalam bridge akan:
-
Berada dalam subnet yang sama,
-
Dapat saling berkomunikasi langsung,
-
Mendapatkan alamat IP dari satu DHCP Server (jika disediakan).
C. Fungsi dan Kegunaan Bridge Interface
| Fungsi | Penjelasan |
|---|---|
| Menggabungkan beberapa port LAN | Misal ether2, ether3, dan ether4 dijadikan satu jaringan lokal |
| Mempermudah konfigurasi IP | Hanya perlu menambahkan satu IP Address ke bridge, bukan ke tiap interface |
| Menyederhanakan manajemen jaringan | Semua port di bridge akan berfungsi seperti switch |
| Digunakan pada jaringan hotspot atau VLAN | Memungkinkan pengelolaan jaringan terpusat |
D. Contoh Kasus Penggunaan Bridge
Misalkan router memiliki 5 port Ethernet:
-
ether1 → koneksi ke Internet (WAN)
-
ether2, ether3, ether4, ether5 → digunakan untuk jaringan LAN
Daripada memberi IP Address ke masing-masing port LAN, kita bisa membuat Bridge yang menggabungkan ether2–ether5.
E. Konfigurasi Bridge Interface
1️⃣ Melalui Winbox
-
Buka Winbox → Menu Bridge
-
Klik “+” → Bridge
-
Beri nama, misalnya:
bridge-LAN -
Klik Apply → OK
Lalu, tambahkan interface ke dalam bridge:
-
Masuk ke tab Ports → klik “+”
-
Pada kolom Interface, pilih port yang ingin digabung (misal ether2)
-
Pada kolom Bridge, pilih
bridge-LAN -
Klik Apply → OK
Ulangi langkah tersebut untuk ether3, ether4, dan ether5.
2️⃣ Melalui CLI (Command Line Interface)
Buat bridge:
/interface bridge add name=bridge-LAN
Tambahkan port ke bridge:
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether2 /interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether3 /interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether4 /interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether5
F. Memberi IP Address ke Bridge
Setelah bridge dibuat, tambahkan IP Address ke bridge (bukan ke ether2–ether5):
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-LAN comment="IP LAN"
Dengan demikian, semua perangkat di ether2–ether5 akan mendapatkan IP dari subnet 192.168.10.0/24.
G. Cek Hasil Bridge
Cek daftar bridge dan port yang tergabung:
/interface bridge print /interface bridge port print
H. Uji Konektivitas
-
Hubungkan beberapa perangkat ke port ether2–ether5.
-
Cek apakah semua perangkat:
-
Mendapat IP dalam subnet yang sama (contoh 192.168.10.x)
-
Bisa ping antar perangkat.
-
Jika berhasil, berarti konfigurasi bridge sudah benar.
I. Menghapus atau Menonaktifkan Bridge
Jika ingin menghapus bridge:
/interface bridge remove [find name=bridge-LAN]
Atau untuk menonaktifkan sementara:
/interface bridge disable [find name=bridge-LAN]
J. Tips dan Catatan
-
Pastikan tidak memberikan IP Address langsung ke port yang sudah tergabung dalam bridge. IP hanya diberikan ke interface bridge-nya.
-
Jika kamu menggunakan DHCP Server, pasang DHCP pada interface bridge (bukan ether2–ether5).
-
Bridge bisa digunakan juga untuk Hotspot, VLAN, atau Access Point setup.
K. Kesimpulan
-
Bridge Interface berfungsi menggabungkan beberapa port fisik menjadi satu jaringan virtual.
-
Semua port dalam bridge akan berada dalam satu subnet dan berperilaku seperti switch.
-
IP Address dan DHCP Server cukup diterapkan pada interface bridge.
-
Bridge mempermudah pengelolaan jaringan LAN di MikroTik.