A. Pengantar
Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah metode routing di mana router secara otomatis bertukar informasi rute dengan router lain.
Dengan demikian, ketika terjadi perubahan pada jaringan (misalnya penambahan subnet baru atau link putus), router dapat menyesuaikan tabel rutenya tanpa konfigurasi manual.
Salah satu protokol routing dinamis paling dasar dan banyak digunakan adalah RIP (Routing Information Protocol).
B. Pengertian RIP
RIP (Routing Information Protocol) adalah protokol routing dinamis berbasis distance-vector, yang menggunakan jumlah hop (lompatan) sebagai metrik untuk menentukan jalur terbaik menuju jaringan tujuan.
Setiap router RIP akan mengirimkan update tabel routing ke tetangganya secara berkala (default setiap 30 detik).
C. Karakteristik RIP
| Karakteristik | Keterangan |
|---|---|
| Jenis | Distance Vector Routing Protocol |
| Metrik yang digunakan | Jumlah hop (maksimum 15 hop) |
| Update routing | Dikirim setiap 30 detik |
| Protokol transport | UDP port 520 |
| Versi yang didukung MikroTik | RIP v1 dan RIP v2 |
| Arah broadcast | v1: broadcast, v2: multicast |
| Topologi ideal | Jaringan kecil hingga menengah |
D. Perbedaan RIP v1 dan RIP v2
| Aspek | RIP v1 | RIP v2 |
|---|---|---|
| Jenis alamat | Broadcast (255.255.255.255) | Multicast (224.0.0.9) |
| Dukungan subnet mask | Tidak mendukung CIDR | Mendukung CIDR/VLSM |
| Autentikasi | Tidak ada | Ada |
| Informasi update | Hanya network ID | Menyertakan subnet mask |
| Kompatibilitas | Lawas (legacy) | Versi modern dan direkomendasikan |
E. Topologi Contoh
[LAN1] 192.168.10.0/24 │ [Router1] │ 10.10.10.0/30 [Router2] │ [LAN2] 192.168.20.0/24 Tujuan:
Agar Router1 dan Router2 saling bertukar informasi jaringan menggunakan RIP, tanpa perlu static route manual.
F. Langkah Konfigurasi RIP di MikroTik
Langkah 1 – Konfigurasi IP Address
Router1
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether1 /ip address add address=10.10.10.1/30 interface=ether2 Router2
/ip address add address=10.10.10.2/30 interface=ether1 /ip address add address=192.168.20.1/24 interface=ether2 Langkah 2 – Aktifkan RIP
Router1
/routing rip interface add interface=ether2 /routing rip network add network=192.168.10.0/24 /routing rip network add network=10.10.10.0/30 Router2
/routing rip interface add interface=ether1 /routing rip network add network=10.10.10.0/30 /routing rip network add network=192.168.20.0/24 Langkah 3 – Verifikasi
Periksa tabel routing:
/ip route print Cek rute yang muncul otomatis (biasanya ditandai huruf "d" untuk dynamic):
D 192.168.10.0/24 via 10.10.10.1 Tes konektivitas:
/ping 192.168.20.1 Jika berhasil, berarti RIP berfungsi dengan baik.
G. Cara Mengecek Informasi RIP
Gunakan perintah:
/routing rip neighbor print Menampilkan router tetangga yang bertukar update RIP.
/routing rip route print Menampilkan rute-rute yang diperoleh dari RIP.
H. Keuntungan Menggunakan RIP
| Keuntungan | Penjelasan |
|---|---|
| Konfigurasi mudah | Cukup tambahkan jaringan yang ingin diiklankan |
| Otomatis memperbarui tabel routing | Tidak perlu menambah rute manual |
| Cocok untuk jaringan kecil | Ideal untuk lab, sekolah, dan perusahaan kecil |
| Mendukung CIDR (v2) | Dapat menggunakan subnet bervariasi |
I. Kelemahan RIP
| Kelemahan | Penjelasan |
|---|---|
| Maksimum 15 hop | Tidak cocok untuk jaringan besar |
| Update periodik (30 detik) | Dapat menambah trafik di jaringan |
| Lambat dalam konvergensi | Butuh waktu lebih lama saat terjadi perubahan jaringan |
| Tidak efisien untuk topologi kompleks | Lebih baik menggunakan OSPF atau BGP untuk jaringan besar |
J. Kesimpulan
-
RIP (Routing Information Protocol) adalah routing dinamis berbasis distance-vector.
-
Router bertukar informasi jaringan menggunakan UDP port 520 setiap 30 detik.
-
MikroTik mendukung RIP v1 dan RIP v2, namun versi 2 lebih disarankan karena mendukung subnetting dan autentikasi.
-
Cocok digunakan untuk pembelajaran atau jaringan kecil yang tidak kompleks.
-
Untuk jaringan besar, gunakan protokol OSPF atau BGP yang lebih efisien.