A. Pengantar
Dalam konfigurasi DHCP Server pada MikroTik, terdapat dua komponen penting yang menentukan bagaimana alamat IP didistribusikan ke perangkat klien, yaitu Address Pool dan Lease.
-
Address Pool adalah kumpulan (daftar) alamat IP yang dapat diberikan oleh router ke klien.
-
Lease adalah catatan (status pinjaman IP) yang menunjukkan perangkat mana yang sudah mendapat IP dari router, lengkap dengan waktu pinjam (lease time).
Kedua komponen ini sangat penting agar sistem pembagian IP berjalan teratur, efisien, dan tidak terjadi konflik IP antar perangkat.
B. Pengertian Address Pool
Address Pool adalah rentang alamat IP yang disediakan oleh router untuk dibagikan ke klien jaringan melalui DHCP Server.
Contoh:
Jika jaringan LAN memiliki subnet 192.168.10.0/27, maka hanya tersedia 30 alamat host. Dari jumlah tersebut, kita bisa menentukan pool DHCP misalnya:
192.168.10.10 – 192.168.10.40.
Artinya, hanya IP dari 192.168.10.10 hingga 192.168.10.40 yang akan diberikan ke klien.
C. Fungsi Address Pool
-
Mengatur ruang IP yang bisa digunakan oleh klien, agar tidak tumpang tindih dengan IP statis.
-
Mengontrol jumlah maksimum klien DHCP yang dapat terhubung.
-
Mempermudah pengelolaan subnet, terutama pada jaringan besar.
-
Menghindari konflik IP dengan perangkat yang menggunakan IP statis.
D. Pengertian Lease
Lease adalah status sewa alamat IP yang diberikan oleh DHCP Server kepada klien.
Setiap kali klien mengajukan permintaan (request), server akan memberikan satu IP dari Address Pool dan mencatatnya sebagai lease aktif.
Lease memiliki jangka waktu tertentu yang disebut Lease Time, yaitu lama waktu klien boleh menggunakan IP tersebut sebelum diperbarui (renew).
E. Komponen pada Lease
Setiap entri lease biasanya berisi informasi berikut:
-
IP Address yang diberikan ke klien.
-
MAC Address dari perangkat klien.
-
Hostname (jika dikirim oleh klien).
-
Status (bound, offered, expired, atau waiting).
-
Lease Time (durasi penggunaan IP).
Status Lease:
bound → IP sudah aktif digunakan oleh klien.
offered → IP sedang ditawarkan oleh server, menunggu konfirmasi klien.
expired → IP sudah kadaluarsa dan siap digunakan untuk klien lain.
waiting → DHCP Server sedang menunggu permintaan baru.
F. Langkah-Langkah Konfigurasi Address Pool dan Lease
a. Membuat Address Pool (Winbox)
-
Buka menu IP → Pool → Add (+).
-
Isi parameter:
-
Name: misalnya
pool-lan. -
Addresses:
192.168.10.10-192.168.10.40.
-
-
Klik Apply → OK.
b. Melalui Terminal (CLI)
/ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.10.10-192.168.10.40 c. Melihat Daftar Lease (Winbox)
-
Buka menu IP → DHCP Server → Leases.
-
Akan muncul daftar klien yang telah mendapatkan IP dari DHCP Server.
d. Melalui Terminal (CLI)
/ip dhcp-server lease print Untuk menghapus lease tertentu:
/ip dhcp-server lease remove [find address=192.168.10.10] G. Lease Time dan Renew
-
Lease Time menentukan berapa lama IP dipinjamkan ke klien (misalnya 1 jam, 1 hari, 3 hari).
-
Jika lease time hampir habis, klien akan mengirimkan permintaan pembaruan (renew).
-
Jika klien mati atau jaringan putus, setelah lease time berakhir, IP akan dikembalikan ke pool dan bisa diberikan ke klien lain.
Contoh mengubah lease time:
/ip dhcp-server set 0 lease-time=1d H. Catatan Penting
-
Address Pool tidak boleh tumpang tindih dengan IP statis di jaringan.
-
IP yang sedang bound tidak akan diberikan ke klien lain sampai lease-nya berakhir.
-
Untuk klien tertentu yang ingin mendapatkan IP tetap, gunakan Static Lease:
/ip dhcp-server lease make-static [find mac-address=XX:XX:XX:XX:XX:XX] -
Address Pool dapat digunakan untuk beberapa DHCP Server selama subnet-nya tidak sama.
I. Kesimpulan
Fitur Address Pool pada MikroTik digunakan untuk menentukan rentang IP yang bisa dibagikan oleh DHCP Server, sedangkan Lease mencatat status IP yang sudah diberikan kepada klien.
Dengan memahami dua fitur ini, administrator jaringan dapat mengontrol distribusi IP secara efektif dan mencegah konflik alamat dalam jaringan lokal.