A. Pengantar
Dalam pengelolaan jaringan, seorang administrator sering kali perlu menyalin atau memindahkan konfigurasi dari satu router MikroTik ke router lainnya, atau menyimpan konfigurasi dalam bentuk teks script untuk dokumentasi dan backup.
Proses ini disebut dengan export dan import konfigurasi.
Keduanya sangat berguna untuk:
-
Migrasi ke router baru,
-
Backup konfigurasi dalam bentuk yang bisa dibaca manusia,
-
Replikasi konfigurasi untuk beberapa router,
-
Dokumentasi setup jaringan.
B. Pengertian Export & Import
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Export | Menyimpan konfigurasi router dalam bentuk file teks (.rsc) berisi perintah CLI (script). |
| Import | Memasukkan kembali konfigurasi dari file .rsc ke router agar pengaturan sama seperti sebelumnya. |
Format
.rscadalah file script Mikrotik yang bisa diedit menggunakan Notepad atau teks editor lainnya.
C. Jenis Export di MikroTik
MikroTik menyediakan dua mode export:
-
Export Lengkap (Full Export)
Menyimpan seluruh konfigurasi router./export file=backup_fullHasil:
backup_full.rsc -
Export Parsial (Partial Export)
Hanya menyimpan bagian tertentu (misalnya interface, IP, DHCP, dll)./ip address export file=ip_onlyHasil:
ip_only.rschanya berisi konfigurasi IP address. -
Export Tanpa Password (Rekomendasi untuk publikasi)
Untuk keamanan, hindari mengekspor password./export hide-sensitive file=konfig_siswaPassword tidak akan ditampilkan di file hasil export.
D. Cara Melakukan Export Konfigurasi
1️⃣ Melalui CLI (Command Line Interface)
Gunakan perintah berikut:
/export file=konfigurasi_labtkj Setelah itu, file .rsc akan tersimpan di menu Files.
2️⃣ Melalui Winbox
-
Buka menu New Terminal
-
Jalankan perintah export seperti di atas
-
Buka menu Files
-
Klik kanan file
.rsc→ Download untuk menyimpan ke PC
E. Cara Melihat Isi File Export
Setelah file .rsc diunduh ke komputer, buka menggunakan Notepad atau VS Code.
Isinya berupa script CLI seperti contoh:
# RouterOS 7.15 /interface bridge add name=bridge1 /ip address add address=192.168.1.1/24 interface=bridge1 /ip pool add name=dhcp ranges=192.168.1.10-192.168.1.30 /ip dhcp-server add name=server1 interface=bridge1 address-pool=dhcp File ini bisa disunting jika ingin mengubah konfigurasi sebelum diimpor ke router lain.
F. Cara Melakukan Import Konfigurasi
Import dilakukan untuk memulihkan atau menyalin konfigurasi dari file .rsc ke router.
1️⃣ Melalui Winbox
-
Buka menu Files
-
Klik kanan file
.rsc→ Upload ke router -
Setelah file masuk, buka New Terminal
-
Jalankan perintah:
/import konfigurasi_labtkj.rsc -
Tunggu hingga muncul pesan:
Script file loaded and executed successfully
2️⃣ Melalui CLI (Tanpa Winbox)
Jika file ada di root router:
/import file-name=konfigurasi_labtkj.rsc G. Catatan Penting Saat Import
⚠️ Perhatikan hal-hal berikut sebelum import:
-
Versi RouterOS pada router baru sebaiknya sama atau lebih tinggi dari file export.
-
Hapus konfigurasi lama jika ingin router benar-benar bersih:
/system reset-configuration no-defaults=yes -
Pastikan nama interface sama seperti pada router sebelumnya.
(Misalether1,ether2, dll.) -
Jika ada error saat import, baca pesan log untuk memperbaiki baris script yang bermasalah.
H. Kelebihan & Kekurangan Export/Import
| Aspek | Export (.rsc) | Backup (.backup) |
|---|---|---|
| Format | Text (script) | Binary |
| Bisa dibaca/diedit | ✅ Ya | ❌ Tidak |
| Aman untuk versi berbeda | ✅ Ya | ❌ Tidak selalu |
| Termasuk password | ❌ Tidak (jika hide-sensitive) | ✅ Ya |
| Tujuan utama | Dokumentasi / duplikasi konfigurasi | Pemulihan penuh router |
Saran: gunakan export untuk dokumentasi & pelatihan, dan backup untuk cadangan internal.
I. Contoh Kasus di Lab
Misalnya Anda telah mengkonfigurasi router lab dengan IP, DHCP, dan NAT.
Untuk menyimpan konfigurasi:
/export file=konfigurasi_labtkj Kemudian, saat konfigurasi ingin dipindahkan ke router lain:
-
Upload file
konfigurasi_labtkj.rscke router baru. -
Jalankan:
/import konfigurasi_labtkj.rsc
Router baru akan otomatis memiliki pengaturan yang sama.
J. Kesimpulan
-
Export digunakan untuk menyimpan konfigurasi dalam bentuk script (.rsc).
-
Import digunakan untuk memuat konfigurasi dari file export ke router lain.
-
File
.rscbisa dibaca dan disunting dengan teks editor. -
Cocok digunakan untuk migrasi, dokumentasi, dan pembelajaran.
-
Selalu pastikan versi RouterOS kompatibel sebelum import.