A. Pengantar
Dalam jaringan lokal, setiap perangkat (komputer, laptop, printer, dan lain-lain) memerlukan alamat IP agar dapat saling berkomunikasi.
Jika pemberian IP dilakukan secara manual (static), hal ini dapat memakan waktu dan berpotensi menyebabkan konflik IP.
Untuk mengatasi hal tersebut, router MikroTik dapat berfungsi sebagai DHCP Server, yaitu layanan yang secara otomatis memberikan IP address kepada perangkat klien yang terhubung ke jaringan LAN.
Dengan DHCP Server aktif, setiap perangkat yang terhubung ke port LAN (misalnya ether2-ether5) akan otomatis mendapatkan IP, gateway, dan DNS sesuai konfigurasi yang dibuat.
B. Pengertian DHCP Server
DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol Server) adalah layanan yang menyediakan dan mengelola pembagian alamat IP secara otomatis kepada perangkat dalam jaringan.
Ketika sebuah perangkat (DHCP Client) terhubung ke jaringan, ia akan mengirimkan permintaan (request) ke DHCP Server. DHCP Server kemudian memberikan alamat IP, subnet mask, gateway, dan DNS Server sesuai dengan rentang yang telah ditentukan (IP Pool).
C. Fungsi DHCP Server di MikroTik
-
Memberikan IP Address otomatis kepada klien jaringan.
-
Menghindari konflik IP karena setiap IP diberikan secara unik.
-
Mempermudah administrasi jaringan, terutama pada lingkungan dengan banyak perangkat.
-
Menjamin konsistensi konfigurasi jaringan, karena semua klien mendapat parameter yang sama (gateway dan DNS).
D. Komponen Utama DHCP Server
Sebelum mengonfigurasi DHCP Server, pahami komponen berikut:
-
Interface LAN: Port router yang digunakan untuk jaringan lokal (misalnya ether2).
-
IP Pool: Rentang alamat IP yang akan dibagikan ke klien (contoh: 192.168.10.10–192.168.10.40).
-
Gateway: IP router pada jaringan LAN (contoh: 192.168.10.1).
-
DNS Server: Alamat DNS yang akan digunakan oleh klien (bisa dari Google: 8.8.8.8).
-
Lease Time: Lama waktu IP dipinjamkan ke klien (contoh: 1 jam, 1 hari).
E. Langkah-Langkah Konfigurasi DHCP Server
a. Melalui Winbox
-
Pastikan router sudah memiliki IP Address di interface LAN.
Contoh:
IP:192.168.10.1/27
Interface:ether2 -
Buka menu IP → DHCP Server → DHCP Setup.
-
Pilih Interface (misalnya
ether2) → Klik Next. -
Tentukan IP Network, misalnya:
192.168.10.0/27→ Next. -
Tentukan IP Gateway (biasanya otomatis terisi
192.168.10.1) → Next. -
Tentukan IP Pool Range, misalnya
192.168.10.10–192.168.10.40→ Next. -
Masukkan DNS Server, misalnya
8.8.8.8dan1.1.1.1→ Next. -
Tentukan Lease Time, misalnya
1d 00:00:00→ Next. -
Klik Finish → DHCP Server aktif.
Untuk memeriksa klien yang sudah mendapatkan IP:
-
Masuk ke menu IP → DHCP Server → Leases.
b. Melalui Terminal (CLI)
/ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.10.10-192.168.10.40 /ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=pool-lan lease-time=1d disabled=no /ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/27 gateway=192.168.10.1 dns-server=8.8.8.8,1.1.1.1 Cek status DHCP Server:
/ip dhcp-server print Cek daftar klien yang mendapat IP:
/ip dhcp-server lease print F. Pengujian DHCP Server
Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian pada komputer atau perangkat yang terhubung ke port LAN router (misalnya ether2).
-
Atur IP komputer ke mode DHCP (Obtain IP automatically).
-
Periksa apakah komputer mendapatkan IP address, gateway, dan DNS secara otomatis.
-
Lakukan ping ke gateway router, lalu ke internet:
ping 192.168.10.1 ping 8.8.8.8 ping google.com -
Jika semua reply berjalan lancar, maka DHCP Server berfungsi dengan baik.
G. Catatan Tambahan
-
Pastikan interface yang digunakan DHCP Server sudah memiliki IP address.
-
Hindari tumpang tindih (overlap) antara IP Pool DHCP dengan IP statis perangkat lain.
-
Jika router memiliki beberapa LAN (misalnya ether2–ether5), buat DHCP Server terpisah untuk masing-masing jaringan jika subnet-nya berbeda.
-
DHCP Server tidak perlu diaktifkan di interface WAN.
H. Kesimpulan
DHCP Server pada MikroTik berfungsi untuk mendistribusikan IP address dan parameter jaringan secara otomatis kepada klien.
Dengan konfigurasi yang tepat, setiap perangkat di jaringan LAN dapat langsung terhubung tanpa perlu pengaturan IP manual, sehingga jaringan lebih efisien, cepat, dan mudah dikelola.